Tata “Ratu Adil”: Seniman Yogyakarta yang Berkarya di Amerika, Mengusung Budaya Jawa ke Panggung Dunia

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, Saikinews.id – Nama Tata, seorang pelukis wanita asal Yogyakarta yang kini dikenal dengan sebutan “Ratu Adil”, semakin diperhitungkan di dunia seni rupa internasional. Alumni Fakultas Sosiologi Universitas Gadjah Mada ini membuktikan bahwa seni tidak mengenal batas geografis. Sejak memutuskan menetap di Mansfield, Texas, Amerika Serikat pada tahun 2003, Tata terus aktif berkarya dengan membawa semangat dan nilai-nilai budaya Jawa.

 

Salah satu tonggak penting perjalanan seninya adalah pameran tunggal di Mansfield Art Center, Texas, Amerika Serikat pada Juli – Agustus 2017. Pameran yang didukung penuh oleh Mansfield Commission for the Art dan Mansfield Independent School District (MSD) ini menjadi bagian dari program pemerintah kota Mansfield untuk memajukan seni dan budaya di wilayah mereka. Melalui pameran tersebut, Tata berhasil memperkenalkan budaya Jawa dalam balutan karya kontemporer kepada publik Amerika.

 

Yang membuat karya Tata “Ratu Adil” begitu menarik adalah keberanian dalam mengeksplorasi simbol-simbol kejawen seperti keris, sesajen, dan dupa yang disajikan dalam gaya yang jauh dari kesan naturalis maupun surealis. Meskipun telah lama tinggal di Amerika, Tata tetap konsisten membawa akar budayanya dalam setiap guratan kuas. Baginya, melukis adalah cara merawat identitas dan menyuarakan kebanggaan sebagai bagian dari budaya Jawa.

Baca Juga :  Iran dan Israel Sepakat Gencatan Senjata: Perang 12 Hari Berakhir, Rakyat Rayakan Perdamaian

 

Bakat seni Tata tidak hadir secara tiba-tiba. Darah seni mengalir dari sang Ayah yang memiliki sanggar seni di Yogyakarta. Sejak kecil, Tata akrab dengan kehidupan seniman dan budaya spiritual Jawa yang membentuk karakter serta filosofi dalam karyanya. Selain belajar dari para maestro di sanggar sang Ayah, Tata juga memperdalam teknik melukis di Texas Academy of Figurative Art, Fort Worth, dan mengembangkan gaya abstract impression di Upstair Gallery, Arlington.

 

Kini, Tata “Ratu Adil” tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri. Ia memiliki misi mulia: membuka jalan bagi para seniman Indonesia lainnya untuk bisa tampil dan berpameran di Amerika Serikat. Harapannya, lebih banyak seniman Tanah Air yang mendapat panggung internasional.

 

Melihat potensi besar Tata, Pulung WP, Founder HP Management & Consultants Yogyakarta, menyatakan bahwa talenta seperti Tata perlu mendapatkan dukungan profesional dalam pengelolaan, pengembangan, dan personal branding. “Di era digital seperti sekarang, personal branding bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi seniman, artis, pemimpin, pengusaha, dan tokoh publik. Ini bukan hanya tentang popularitas, tapi juga soal membangun kepercayaan, kredibilitas, dan menciptakan dampak,” ungkap Pulung WP.

Baca Juga :  Sejarah Baru di New York: Warga Sambut Antusias Calon Wali Kota Muslim Pertama

Menurut Pulung, banyak talenta hebat yang karyanya kurang dikenal karena tidak memiliki strategi membangun citra diri secara tepat. Melalui sinergi yang terbangun bersama Tata “Ratu Adil”, ia optimistis dapat memperluas jejaring antara Yogyakarta dan Amerika Serikat, sekaligus mengangkat nama Indonesia di kancah seni global.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pentingnya strategi personal branding dalam membangun karier, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di level internasional. Tata “Ratu Adil” dan Pulung WP berharap kerja sama mereka dapat menjadi pintu bagi seniman-seniman Indonesia lainnya untuk lebih dikenal dan dihargai dunia.

Penulis : Herman

Editor : Dumari

Sumber Berita: Saiki News

Berita Terkait

Sejarah Baru di New York: Warga Sambut Antusias Calon Wali Kota Muslim Pertama
Iran dan Israel Sepakat Gencatan Senjata: Perang 12 Hari Berakhir, Rakyat Rayakan Perdamaian
Dari Bogor Menembus Dunia: Zaskia Zahra, Siswi SMAN 1 Leuwiliang yang Merupakan Anak Sopir Ini Dapat Beasiswa Kuliah di University of Toronto Kanada
Berita ini 12 kali dibaca
Meskipun telah lama tinggal di Amerika, Tata tetap konsisten membawa akar budayanya dalam setiap guratan kuas. Baginya, melukis adalah cara merawat identitas dan menyuarakan kebanggaan sebagai bagian dari budaya Jawa.

Berita Terkait

Rabu, 2 Juli 2025 - 15:43 WIB

Tata “Ratu Adil”: Seniman Yogyakarta yang Berkarya di Amerika, Mengusung Budaya Jawa ke Panggung Dunia

Minggu, 29 Juni 2025 - 04:30 WIB

Sejarah Baru di New York: Warga Sambut Antusias Calon Wali Kota Muslim Pertama

Jumat, 27 Juni 2025 - 15:03 WIB

Iran dan Israel Sepakat Gencatan Senjata: Perang 12 Hari Berakhir, Rakyat Rayakan Perdamaian

Kamis, 26 Juni 2025 - 20:15 WIB

Dari Bogor Menembus Dunia: Zaskia Zahra, Siswi SMAN 1 Leuwiliang yang Merupakan Anak Sopir Ini Dapat Beasiswa Kuliah di University of Toronto Kanada

Berita Terbaru