Peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Ma’rifatullah,Momentum Memperkuat Spiritual dan Pendidikan Karakter

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman -Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Yayasan Kiwari menggelar acara peringatan yang berlangsung khidmat dan penuh makna di Pondok Pesantren Lansia “Ma’rifathullah,Sragan Banaran Kalurahan Sendang Mulyo,Minggir Sleman pada Sabtu, 6 Juli 2025. Acara yang dihadiri berbagai tokoh masyarakat ini menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi para santri, orang tua, dan masyarakat sekitar.

 

Ketua panitia, Supriadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, Allah SWT telah mempertemukan kita dalam momen penuh berkah ini. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu semua. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan dan pelaksanaan acara,” ujarnya.

 

Supriadi menegaskan, peringatan Tahun Baru Hijriah bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperdalam makna hijrah dalam kehidupan. Ia juga memohon doa restu atas pengembangan Pembangunan Pondok Pesantren Lansia “Ma’rifatullah” dan panti Pesantren Yatim yang dikelola Yayasan Kiwari.
“Saat ini, kami juga tengah mengembangkan pemulyaan lahan pangan thayyibah seluas 6.600 m² di Desa Sendangmulyo. Semoga semua berjalan lancar dan membawa manfaat,” tambahnya.

Baca Juga :  KH Habibullah Sampaikan Makna Sakaratul Maut dalam Pengajian Majelis Makrifatullah Sleman

 

Lurah Sendangmulyo, Budi Susanto, turut memberikan apresiasi kepada Yayasan Kiwari atas peran aktifnya dalam penguatan pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga menjadi berkah dan mempererat sinergi antara lembaga keagamaan dan masyarakat,” ungkap Budi.


Budi Susanto Lurah Sendang Mulyo Minggir Sleman Memberikan sambutan di acàra ¹ Syuro 1447 H di Yayasan Kiwari

Sementara itu, tokoh masyarakat H. Kasturi dalam sambutannya berbagi tiga kisah inspiratif. Ia mencontohkan perjuangan atlet voli nasional Megawati, wartawan Mohammad Tabrani yang mencetuskan istilah “Bahasa Indonesia,” serta pendiri Desa Bahasa di Borobudur.
“Ketiganya mengajarkan kita bahwa latar belakang bukan penentu masa depan. Yang penting adalah semangat, karakter, dan kemauan untuk terus belajar. Anak-anak kita bisa menjadi apa saja jika diberi ruang dan didampingi dengan kasih sayang,” tegasnya.

 

Kehadiran tokoh lintas agama, Dr. Yusuf Langke, menambah kekuatan pesan kebersamaan dalam pendidikan.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pesantren seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Saya sangat mendukung pendekatan pendidikan yang menekankan keteladanan dan nilai kehidupan,” kata Yusuf.

Baca Juga :  Relawan Yayasan Kiwari Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera
Dr. Yusuf Langke M,Th Tokoh akademisi dàn Tokoh Lintàs Agama memberikan bingkisan untuk anak yatim
Dr. Yusuf Langke M,Th Tokoh akademisi dàn Tokoh Lintàs Agama memberikan bingkisan untuk anak yatim

Puncak acara diisi ceramah oleh K.H. Habibullah yang mengingatkan pentingnya memaknai 10 Muharram sebagai Hari Asyura, sebuah hari bersejarah dalam perjuangan umat Islam. Ia menekankan tiga hal utama: pentingnya amal jariah, kewaspadaan terhadap godaan setan, serta kekuatan doa dan istiqomah.
“Jangan hanya semangat di awal, tapi harus kuat sampai akhir. Hidup penuh ujian, tapi orang yang istiqomah pasti akan ditolong oleh Allah,” pesan Kiai Habibullah.

 

Di akhir ceramah, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak amal, wakaf, dan memperkuat doa di tahun baru ini.
“Semoga langkah kita menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir hingga akhirat,” tutupnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar Tahun Baru Hijriah ini menjadi titik awal bagi kebaikan dan keberkahan yang terus bertumbuh di lingkungan Pesantren Ma’rifatullah dan masyarakat sekitar.

Penulis : Herman

Editor : Dumari

Sumber Berita: Saiki News

Berita Terkait

KH Habibullah Sampaikan Makna Sakaratul Maut dalam Pengajian Majelis Makrifatullah Sleman
Majelis Makrifatullah Sleman Ajak Jamaah Perkokoh Iman dan Amal Saleh di Awal 2026
Pengajian Akbar Isra Mi’raj di Ponpes Makrifatullah Sleman, Tekankan Salat, Ketahanan Pangan, dan Generasi Emas
Relawan Yayasan Kiwari Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera
Pembangunan Tahap ke 2 Panti Pesantren Yayasan kiwari Sleman Yogyakarta
Yayasan Kiwari Bangun Panti Pesantren Tahap ke 2 dan Gelar Pengajian Lansia Rutin di Sleman
Pemberdayaan Lansia dan Anak Yatim Yang Akan Di Gelar Di Kiwari Sejalan Dengan Misi Najwa Sugiarto, Miss Bantul 2024
Disnaker Sleman Fasilitasi Pencairan Dana JHT Rp9,3 Miliar untuk 356 Eks Pekerja MTG
Berita ini 1 kali dibaca
Anak anak Binaan yàyasan Kiwari sedang memberikan hiburan tari di peràyaàn 1 syuro 1447 H di Yàyàsañ kiwari

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:40 WIB

KH Habibullah Sampaikan Makna Sakaratul Maut dalam Pengajian Majelis Makrifatullah Sleman

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:32 WIB

Majelis Makrifatullah Sleman Ajak Jamaah Perkokoh Iman dan Amal Saleh di Awal 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 09:59 WIB

Pengajian Akbar Isra Mi’raj di Ponpes Makrifatullah Sleman, Tekankan Salat, Ketahanan Pangan, dan Generasi Emas

Selasa, 16 Desember 2025 - 16:26 WIB

Relawan Yayasan Kiwari Galang Dana Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Pembangunan Tahap ke 2 Panti Pesantren Yayasan kiwari Sleman Yogyakarta

Berita Terbaru