Sleman, Saiki News 10/07/2025– Budidaya ikan patin di kolam tanah kini semakin diminati para petani perikanan di berbagai daerah di Indonesia. Selain memiliki prospek pasar yang menjanjikan, ikan patin juga dikenal memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat dan biaya pakan yang relatif terjangkau.
Salah satu petani yang sukses membudidayakan ikan patin di kolam tanah adalah Slamet (50), warga Desa Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY. Dengan memanfaatkan lahan desa seluas 200 meter persegi, ia berhasil menghasilkan ratusan kilogram ikan patin setiap panen.
“Awalnya saya coba-coba dari modal kecil. Tapi sekarang hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga,” ungkap Slamet saat ditemui tim Saiki News, Rabu (10/7).
Menurutnya, keunggulan kolam tanah dibandingkan kolam terpal atau beton adalah kemampuan tanah dalam menjaga suhu air tetap stabil dan mendukung tumbuhnya plankton alami sebagai pakan tambahan. Selain itu, biaya pembuatan kolam tanah pun relatif lebih murah bagi petani pemula.
Permintaan Pasar Tinggi
Dinas Perikanan setempat mencatat bahwa permintaan pasar terhadap ikan patin terus meningkat, terutama dari sektor rumah makan, pasar tradisional, hingga industri olahan seperti nugget dan bakso ikan. Kandungan gizi yang tinggi dan harga yang bersaing membuat ikan patin digemari masyarakat dari berbagai kalangan.
Tantangan dan Harapan
Meski menjanjikan, petani ikan patin juga menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga pakan, serangan penyakit, dan keterbatasan akses pasar langsung. Untuk itu, pemerintah melalui program Kampung Perikanan Budidaya diharapkan bisa memberikan pendampingan dan bantuan teknis secara berkala.
“Harapan kami ke depan, budidaya ikan patin di kolam tanah bisa menjadi solusi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” tambah Slamet.
Dengan inovasi sederhana dan semangat pantang menyerah, petani ikan patin di desa-desa telah membuktikan bahwa perikanan air tawar masih menjadi sektor potensial yang patut dikembangkan lebih luas lagi
Penulis : Hermanto
Editor : Dumari
Sumber Berita: Saiki News