Sleman–saikinews.id– Pondok Pesantren (Ponpes) Makrifatullah Yayasan Kiwari, Dusun Banaran, Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Yogyakarta, menggelar Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Ahad (28/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus Yayasan Kiwari, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, jamaah, serta santri. Hadir di antaranya Ketua Yayasan Kiwari Supriyadi, S.IP, tokoh masyarakat H. Kasturi, perwakilan Panewu Minggir Dini Melani, serta penceramah utama Prof. Dr. H. Agung Budianto, M.P., Ph.D.
Ketua Yayasan Kiwari, Supriyadi, S.IP, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan jamaah. Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara.
Supriyadi menjelaskan bahwa Yayasan Kiwari berdiri sejak 18 Februari 2018 dan hingga kini terus merintis pengembangan pesantren, termasuk pembangunan asrama serta penguatan program pendidikan, dakwah, dan ketahanan pangan. Ia berharap dukungan dan doa agar seluruh ikhtiar yayasan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi umat.
Tokoh masyarakat, H. Kasturi, menekankan pentingnya pesantren yang terpadu dengan sektor pertanian. Menurutnya, pesantren berbasis ketahanan pangan sangat relevan untuk membangun kemandirian ekonomi umat dan ketahanan sosial masyarakat.
Sementara itu, Dini Melani, perwakilan Panewu Minggir, mengapresiasi peran Yayasan Kiwari dalam mendukung pembangunan manusia, khususnya dalam upaya mencetak generasi emas, termasuk kepedulian terhadap isu kesehatan dan penanggulangan stunting di wilayah Minggir.
Tausiah Prof. Dr. H. Agung Budianto
Dalam tausiah utamanya, Prof. Dr. H. Agung Budianto menjelaskan makna mendalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan spiritual Rasulullah SAW yang menegaskan kewajiban salat dan pentingnya kesiapan manusia menghadapi kehidupan akhirat.
Ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya QS. Al-Isra ayat 1, QS. Al-Anbiya ayat 35, dan QS. Ali Imran ayat 113–115, yang menegaskan bahwa kehidupan dunia adalah ujian, sementara amal kebaikan akan berlipat ganda pahalanya, terlebih di bulan-bulan mulia seperti Rajab.
Prof. Agung juga menekankan pentingnya membangun peradaban umat melalui pendidikan, ketahanan pangan halal dan thayyib, serta pembiasaan syukur dan amal saleh sebagai bekal menuju akhirat.
Penutup
Pengajian Akbar Isra Mi’raj ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Habibullah, memohon keselamatan, keberkahan dunia dan akhirat, serta doa bagi para pemimpin bangsa, masyarakat Indonesia, dan seluruh jamaah.
Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi momentum penguatan iman, ukhuwah, dan komitmen bersama dalam membangun umat melalui pendidikan dan nilai-nilai Islam.
Penulis : Ari Wu
Editor : Sahrul Andi
Sumber Berita: Saiki News