Sosialisasi Edukasi Dan Literasi Industri Forex bersama Syahdan Sugiarto Dorong Literasi Keuangan Masyarakat

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman — saikinews.id meningkatkan literasi keuangan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan sosialisasi industri forex yang digelar Sabtu, 13 Desember 2025 di kantor Pusat Yayasan Kiwari jalan Godean Km 15.6 Sendang Mulyo Minggir Sleman Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai perdagangan valuta asing (forex), termasuk peluang, risiko, serta regulasi yang berlaku di Tanah Air.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta dibekali pengetahuan dasar tentang mekanisme pasar forex, cara kerja trading, serta pentingnya memilih broker yang tepercaya.
Edukasi ini dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari praktik investasi ilegal dan penipuan berkedok trading.

Narasumber Syahdan Sugiarto, ST., menekankan bahwa forex merupakan instrumen investasi berisiko tinggi yang membutuhkan pengetahuan, strategi, dan manajemen risiko yang matang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Perkuat Kontribusi di Sektor Energi, Patra Drilling Contractor Kembangkan Bisnis Specialty Chemical untuk Industri Migas

Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, sehingga peserta dapat langsung berkonsultasi terkait permasalahan dan pengalaman seputar trading forex. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap industri ini, seiring dengan berkembangnya teknologi digital dan akses informasi keuangan.

Sejumlah peserta menyambut positif kegiatan sosialisasi tersebut. Salah satu peserta, Arif Setyo, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai risiko dan mekanisme perdagangan forex yang sebelumnya belum diketahui. “Selama ini saya hanya melihat sisi keuntungannya saja, tetapi dari edukasi ini saya jadi paham bahwa manajemen risiko dan legalitas broker itu sangat penting,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Endang Pujiati, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat awam. Menurutnya, edukasi semacam ini membantu masyarakat agar lebih kritis dan tidak mudah terjebak pada penawaran investasi ilegal. “Sosialisasi ini membuka wawasan kami untuk lebih berhati-hati dan belajar terlebih dahulu sebelum terjun ke trading forex,” katanya.

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Destinasi: Merancang Pariwisata yang Penuh Energi, Karakter, dan Makna

Para peserta berharap kegiatan edukasi dan literasi industri forex seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga literasi keuangan nasional semakin meningkat dan masyarakat dapat berinvestasi secara aman dan bertanggung jawab.

Melalui sosialisasi industri forex yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat Indonesia dapat menjadi pelaku pasar yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan instrumen keuangan secara bijak demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
(Herman)

Penulis : Herman

Editor : Sahrul Andi

Sumber Berita: Rilis

Berita Terkait

Lebih dari Sekadar Destinasi: Merancang Pariwisata yang Penuh Energi, Karakter, dan Makna
Budidaya Ikan Patin di Kolam Tanah Makin Diminati, Petani Panen Cuan dan Keberkahan
Cara Ternak Ayam Petelur yang Menguntungkan untuk Pemula
Loman Park Hotel Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Travel Agent, Usung Semangat Budaya dan Kelestarian
BTN Perkuat Arsitektur Risiko Siber dan Bangun Budaya Melek Digital untuk Menghadapi Tantangan Era Digital
Perkuat Kontribusi di Sektor Energi, Patra Drilling Contractor Kembangkan Bisnis Specialty Chemical untuk Industri Migas
Berita ini 1 kali dibaca
Narasumber Syahdan Sugiarto, ST., menekankan bahwa forex merupakan instrumen investasi berisiko tinggi yang membutuhkan pengetahuan, strategi, dan manajemen risiko yang matang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Berita Terkait

Selasa, 22 Juli 2025 - 06:47 WIB

Lebih dari Sekadar Destinasi: Merancang Pariwisata yang Penuh Energi, Karakter, dan Makna

Kamis, 10 Juli 2025 - 19:04 WIB

Budidaya Ikan Patin di Kolam Tanah Makin Diminati, Petani Panen Cuan dan Keberkahan

Jumat, 4 Juli 2025 - 06:28 WIB

Cara Ternak Ayam Petelur yang Menguntungkan untuk Pemula

Kamis, 3 Juli 2025 - 06:10 WIB

Loman Park Hotel Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Travel Agent, Usung Semangat Budaya dan Kelestarian

Selasa, 1 Juli 2025 - 05:34 WIB

BTN Perkuat Arsitektur Risiko Siber dan Bangun Budaya Melek Digital untuk Menghadapi Tantangan Era Digital

Berita Terbaru