Sleman, saikinews.id — Yayasan Kiwari yang berlokasi di Dusun Banaran, RT 02 RW 31, Sendangmulyo, Sleman, Yogyakarta, terus melanjutkan proses pembangunan panti pesantren yang kini telah memasuki tahap kedua. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Agustus 2025.
Ketua Yayasan Kiwari, Supriyadi, menjelaskan bahwa tahap kedua pembangunan difokuskan pada proses pengecoran sloof di sisi selatan bangunan.
“Proses pengecoran sloof dilakukan secara bertahap. Kami mengajak para donatur di manapun berada untuk berkenan ikut berpartisipasi dalam pembangunan ini,” ujar Supriyadi.
Ia menambahkan bahwa pihak yayasan saat ini membutuhkan dukungan berupa material seperti batu, pasir, split, semen, besi, dan kebutuhan konstruksi lainnya. Bagi yang ingin berdonasi, dapat menghubungi langsung pengurus atau relawan Yayasan Kiwari.
Selain pembangunan fisik, Yayasan Kiwari juga aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial. Salah satunya adalah pengajian lansia yang dikemas dalam Majelis Ma’rifatullah, yang rutin digelar setiap hari Ahad di Masjid Jamilah, kompleks Pondok Pesantren Makrifatullah.
Biasanya, pengajian ini dipandu oleh H. Habibullah. Namun pada kesempatan kali ini, karena beliau berhalangan hadir, tausiyah disampaikan langsung oleh Ustadz Supriyadi.
Dalam ceramahnya, Ustadz Supriyadi menyampaikan pentingnya memahami tanda-tanda kebesaran Allah melalui ayat-ayat suci Al-Qur’an.
“Lebih baik jika pengajian dilaksanakan di dalam masjid, membuka Al-Qur’an, dan mengamalkan walaupun satu ayat setiap hari. Pahala dari amalan itu akan terus mengalir,” jelasnya kepada para jamaah.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengonsumsi pangan yang baik dan halal (thayyib). Menurutnya, menanam sendiri sayuran, empon-empon, buah, maupun padi menggunakan pupuk organik merupakan salah satu bentuk upaya mandiri menjaga kesehatan yang diberkahi.
Di akhir ceramah, Ustadz Supriyadi turut menyampaikan sejumlah doa-doa praktis seperti doa masuk rumah, doa setelah shalat, serta doa memohon keberkahan rezeki dan ilmu. Ia juga mengajak jamaah untuk turut mengajak tetangga dan kerabat menghadiri Majelis Ma’rifatullah.
“Mari kita makmurkan masjid, ramaikan majelis ilmu, dan berlomba-lomba dalam kebaikan demi meraih ridho Allah SWT,” tutupnya.
Laporan ini disusun oleh Ari Wu, kontributor saikinews.id.
Penulis : Ari Wu
Editor : Sahrul Andi
Sumber Berita: Saiki News