Bacaan Niat Puasa Tasu’a 2025, Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya

- Jurnalis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, Saiki News – Puasa Tasu’a adalah puasa sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk dilaksanakan pada bulan Muharram. Amalan ini dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, sehari sebelum pelaksanaan Puasa Asyura pada 10 Muharram.

Pelaksanaan puasa di bulan Muharram memiliki keistimewaan tersendiri, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu.

Anjuran untuk melaksanakan puasa Tasu’a bersamaan dengan puasa Asyura juga tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi, dengan tujuan untuk membedakan amalan umat Islam dengan kaum Yahudi.

صوموا التاسع و العاشر و لا تشبهوا باليهود

Artinya: “Berpuasalah pada hari kesembilan dan kesepuluh (bulan Muharram), dan janganlah menyerupai orang Yahudi.” (Zainuddin al-Malibary, Irsyad al-‘Ibad, halaman: 48-49).

Bacaan Niat Puasa Tasu’a

Niat merupakan rukun puasa yang harus dibacakan, baik dalam hati maupun dilafalkan. Melansir laman NU Online, berikut bacaan niat puasa Tasua 1447 H yang bisa dilafalkan saat berniat puasa.

1. Niat Puasa Tasu’a di Malam Hari

Niat ini dibaca pada malam hari sebelum fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga :  Sholat Berjamaah di Masjid: Sunnah, Wajib, atau Fardhu Ain bagi Laki-Laki?

2. Niat Puasa Tasu’a di Siang Hari

Jika seseorang lupa membaca niat di malam hari dan ingin berpuasa, ia boleh membaca niat di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan dan minum) sejak terbit fajar.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Arab-latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a hari ini karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Puasa Tasua

Pelaksanaan Puasa Tasu’a sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari hawa nafsu sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Berikut adalah tata caranya:

1. Makan Sahur
Disunahkan untuk makan sahur mendekati waktu imsak untuk mendapatkan kekuatan saat berpuasa.

2. Membaca Niat
Menghadirkan niat di dalam hati atau melafalkannya untuk berpuasa karena Allah Ta’ala.

3. Menahan Diri
Menjaga diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri, dari fajar hingga magrib.

4. Memperbanyak Amal Saleh
Mengisi waktu puasa dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan amalan baik lainnya.

5. Menyegerakan Berbuka
Saat waktu magrib tiba, dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Sunahnya adalah berbuka dengan kurma dan air putih sebelum menyantap hidangan utama.

Jangan lupa untuk membaca doa berbuka puasa:

Baca Juga :  Apa yang Harus Dilakukan Jika Tertinggal Sholat Jumat? Ini Fikihnya

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Arab-latin: Allâhumma laka shumtu wa bika âmantu wa ‘alâ rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

Keutamaan Puasa Tasu’a

Melaksanakan Puasa Tasu’a pada 9 Muharram memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  1. Mengikuti Sunah Rasulullah SAW
    Puasa Tasu’a adalah amalan yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pelengkap Puasa Asyura.

2. Membedakan Diri dari Umat Lain
Rasulullah SAW menganjurkan puasa pada hari Tasu’a untuk menjadi pembeda antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram). Sebagaimana hadis: “Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya. (HR Ahmad).

3. Menyempurnakan Puasa Asyura
Puasa Tasu’a menjadi penyempurna bagi Puasa Asyura. Puasa Asyura sendiri memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang telah lalu. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat. (HR Muslim). Dengan mengerjakan Puasa Tasu’a, seorang muslim mendapatkan keutamaan ganda.”

Demikian informasi lengkap mengenai Puasa Tasu’a 2025 yang dapat menjadi panduan bagi umat Islam. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menjalankan amalan sunah yang mulia ini. Semoga bermanfaat.

Penulis : Sahrul Andi

Editor : Dumari

Sumber Berita: Nu Online

Berita Terkait

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tertinggal Sholat Jumat? Ini Fikihnya
Sholat Berjamaah di Masjid: Sunnah, Wajib, atau Fardhu Ain bagi Laki-Laki?
Berita ini 1 kali dibaca
Pelaksanaan puasa di bulan Muharram memiliki keistimewaan tersendiri, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : "Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu."

Berita Terkait

Jumat, 11 Juli 2025 - 14:56 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Jika Tertinggal Sholat Jumat? Ini Fikihnya

Minggu, 6 Juli 2025 - 06:53 WIB

Sholat Berjamaah di Masjid: Sunnah, Wajib, atau Fardhu Ain bagi Laki-Laki?

Sabtu, 5 Juli 2025 - 06:17 WIB

Bacaan Niat Puasa Tasu’a 2025, Lengkap dengan Tata Cara dan Keutamaannya

Berita Terbaru